Mutiara's Notes

  • Catatan Pendidikan /
    28 Dec 2014

    Unas atau Enas?

    “Pak, Unas mau diganti Enas.” Kata seorang teman sambil menyodorkan sebuah koran nasional. Saya bolak balik koran tersebut dan mulai membaca berita tersebut. Benar saja BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) berencana untuk menganti Ujian Nasional (Unas) menjadi Evaluasi Nasional (Enas) (Jawa Pos, 26/12). Rasanya, belum selesai benar polemik K-13 diperbincangkan. Permendikbud Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013 pun masih baru meluncur. Tiba-tiba, kebijakan baru tentang pendidikan sudah siap meluncur kembali. Bukan sekedar terkesan berjejal dan antri keluar. Lebih dari itu, bagaimana nasib siswa-siswa di kelas akhir setiap jenjangnya? Jika mengikuti siklus tahunannya, Unas mungkin hanya tinggal 4 atau 5 bulan lagi. April dan Mei menja
  • Catatan Mutiara /
    22 Dec 2014

    Ucapan Natal

    Cling…sebuah pesan BC WhatsApp masuk dari seorang teman, berjudul Mengucapkan Selamat Natal. Isinya tidak seperti pesan-pesan pada umumnya yang hanya memuat berbagai dalil agama. Pesan ini berisi dialog dua orang, muslim dan non-muslim. Hanya, kandungannya tetap sama, melarang seorang muslim mengucapkan selamat natal pada kaum kristiani. Bulan Desember, terutama menjelang pertengahan, kita akan selalu disuguhi berita yang itu-itu saja, polemik pengucapan selamat natal. Tahun lalu juga begitu. Dan tahun ini pun sama. Polemik muncul saat Presiden Jokowi berencana untuk “Natalan” di tiga kota di Papua, Jayapura, Wamena, dan Sorong. Dan Ormas FPI pun lantang mengharamkan siapapun termasuk Jokowi untuk mengucapkan Selamat Natal, apalagi Natalan. Turun ke daerah, kondisinya
  • Catatan Mutiara /
    15 Dec 2014

    Kurtilas

    “Alhamdulillah, akhirnya, berhenti juga kurikulum 2013.” Begitu bunyi pesan yang terbaca di layar HP ku. “Kurikulum bau pemaksaan itu harusnya memang distop. Belum layak untuk diterapkan di seluruh sekolah. Mana ada kurikulum yang hanya dirumuskan dalam hitungan 2 tahun dianggap sudah layak pakai. Belum lagi, para guru sebagai pengguna belum benar-benar menguasai. Apa jadinya pendidikan kita?” Terus saja pesan itu memenuhi layar HP ku. “Tak perlu kita ragu untuk menghentikan kurikulum ini, dan menoleh kembali ke kurikulum 2006. Biarlah orang mengatakan kita mundur. Bukankah untuk bisa meloncat jauh, kita butuh mundur beberapa langkah mengambil ancang-ancang? Memang aku akui, dari sisi pembangunan karakter, kurikulum 2013 jauh lebih baik dari sebelumnya. Rubri
  • Catatan Mutiara / Catatan Pendidikan /
    12 Dec 2014

    Mengajarkan Kebenaran

    Pagi itu, saya benar-benar terkejut. Dengan begitu jelas, ibu yang sedang duduk di depan saya mengatakan bahwa dalam 3 hari terakhir, saat libur sekolah, anaknya yang belum genap satu semester di kelas 6 SD menghabiskan hampir 10 juta untuk bermain game online. Uang itu bersumber dari kartu kredit sang ibu. Sungguh tak terduga. Bukan saja dari besarnya uang yang dihabiskan, tapi juga dari profil sang anak, yang cenderung agak pendiam, dan terlihat jarang membicarakan tentang teknologi/gadget bersama teman-temannya. Rasa penasaran saya pun terjawab. “Baru tiga hari ini saya lihat di main game online, Pak. Sebelumnya tidak pernah.” Di luar sana, pasti lebih banyak lagi kejadian yang hampir serupa. Saya yakin itu. Apalagi gadget yang serba canggih, bukan lagi barang asing bagi a
  • Catatan Mutiara /
    3 Dec 2014

    Tandingan

    Ketika satu orang memulai, yang lain akan segera mengikuti. Dengan tenang Kresna menjawab pertanyaan Yudistira, kenapa para Korawa melanggar aturan perang yang telah disepakati, tidak boleh menyerang di malam hari setelah matahari tenggelam. Jawaban ini sekaligus juga sindiran pada Pandawa yang telah melakukan hal serupa sehari sebelumnya. Mengikuti dan meniru memang hal yang paling gampang. Fenomena di masyarakat kita juga sering menunjukkan itu. Saya masih ingat dengan baik menjamurnya masakan pedas hampir di semua kota, dengan label yang aneh-aneh, karena memiliki banyak pengemar. Begitu juga demam K-Pop, atau demam India yang melanda akhir-akhir ini. Semua hanya memiliki satu pionir, sementara yang lain adalah pengikut. Gejala ini pulalah yang sedang banyak kita saksikan di perpolit

Author

Recent Post

Recent Comments