Mutiara's Notes

Tandingan

3 Dec 2014 - 13:21 WIB

Ketika satu orang memulai, yang lain akan segera mengikuti. Dengan tenang Kresna menjawab pertanyaan Yudistira, kenapa para Korawa melanggar aturan perang yang telah disepakati, tidak boleh menyerang di malam hari setelah matahari tenggelam. Jawaban ini sekaligus juga sindiran pada Pandawa yang telah melakukan hal serupa sehari sebelumnya.

Mengikuti dan meniru memang hal yang paling gampang. Fenomena di masyarakat kita juga sering menunjukkan itu. Saya masih ingat dengan baik menjamurnya masakan pedas hampir di semua kota, dengan label yang aneh-aneh, karena memiliki banyak pengemar. Begitu juga demam K-Pop, atau demam India yang melanda akhir-akhir ini. Semua hanya memiliki satu pionir, sementara yang lain adalah pengikut.

Gejala ini pulalah yang sedang banyak kita saksikan di perpolitikan kita. Semenjak pelantikan DPR yang disusul dengan pemilihan ketua, muncullah DPR tandingan karena ketidakpuasan satu kelompok. Lalu, setelah Presiden mengumumkan jajaran menteri, muncul pula kabinet tandingan. Lagi-lagi karena ketidakpuasan. Yang kedua mungkin tidak cukup serius, hanya serupa reaksi seketika saja. Mungkin juga, sebagai sindiran pada apa yang terjadi di DPR.

Lalu, beberapa hari yang lalu, muncul lagi, Gubernur Tandingan. Sekali lagi, ketidakpuasan menjadi musababnya. Karena tidak ingin dipimpin oleh Ahok, sekelompok ormas di Jakarta melantik gubernur tandingan. Dari pihak mereka tentunya. Yang ini tampaknya serius. Sama halnya yang terjadi di DPR. Jika DPR tandingan bisa sedikit mengubah kondisi, mungkin orang-orang ini juga mengharapkan hal yang sama. Bahkan, sang gubernur tandingan terpilih sudah menyiapkan program kerja. Nah loh!

Kalau sudah begini siapa yang harus disalahkan?

Baiknya, kita melihat ke dalam diri kita sendiri. Rasa puas tidak aka nada habisnya. Kalau harus selalu menuruti kepuasan diri atau kelompok, jangan-jangan sebentar lagi, sedikit-sedikit, kita akan mendengar adanya bupati tandingan, wali kota tandingan, camat tandingan, atau lurah tandingan. Karena itu tadi, sekali ada yang memberi contoh, apalagi pemberi contoh itu adalah mereka yang selalu menghiasi media, yang lain akan segera mengikuti, meniru, dan mencontoh.

Lalu, kapan ada yang berani membuat harga BBM tandingan yang jauh lebih murah dari yang ditetapkan pemerintah? Hehehehe.


TAGS   gubernur tandingan / DPR tandingan /


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive