Mutiara's Notes

  • Catatan Mutiara /
    5 Mar 2014

    Membaca Nama

    Beberapa hari yang lalu, saya mengikuti upacara pelepasan kontingen yang mewakili sekolah dalam Olimpiade dan Lomba Kompetensi tingkat sekolah dasar dalam naungan yayasan tempat saya mengajar. Seperti biasanya, terdapat waktu khusus bagi pembawa acara untuk membacakan satu per satu nama peserta OLK tersebut serta cabang lomba yang diikuti. Di sinilah mulai terdengar deretan nama yang panjang dan sulit untuk dibaca. Terbukti, sang pembawa acara pun sempat kerepotan dan tersendat-sendat dalam membawa. Saat ini, kata-kata dalam nama begitu berarti dan terkadang mengambarkan status pemiliknya. Dulu, orang lebih suka menggunakan nama yang simpel, terutama orang Jawa. Sebut saja, Karto, Kusno, Sukarti, Ngatemi, dan sebagainya. Namun, sang orangtua benar-benar memahami apa arti nama yang mereka
  • Catatan Mutiara /
    24 Feb 2014

    Kampung Harapan

    “Untung kampung ini tidak banyak berubah. Orang-orang masih suka menanam padi, ketela, singkong, kacang, bahkan ada juga yang sudah mulai coba-coba menanam rambutan dan durian,” kata suatu pagi saat aku bermain ke kampungnya. “Yang namanya kampung ya harus begini, Yon. Bisa membangkitkan gairah orang yang tinggal di sini, atau setidaknya mereka yang hanya berkunjung dan numpang lewat. Yang awalnya malas bangun pagi jadi terbiasa terbangun saat mendengar kokok ayam. Yang tidak pernah bercocok tanam jadi suka bercocok tanam karena banyaknya lahan.” “Mengairahkan gimana, Kek?” “Alam kampung akan membuat orang yang tinggal di sana memiliki semangat lebih.” “Itukan kalau kampung nyata, Kek. Gimana kalau kampungnya itu menjadi satu label
  • Catatan Mutiara /
    11 Feb 2014

    Siapa Kamu?

    Sungguh ramai jalanan hari ini. Bukan saja oleh bising suara kendaraan, tetapi juga oleh foto-foto para caleg yang nampang di pinggir-pinggir jalan. Perempatan, pertigaan, sampai pohon-pohon besar di tepi jalan tak luput dari ajang narsis para caleg. Bahkan, di gang sempit depan rumah saya pun masih jadi lahan cari pengagum and pencoblos. Entah apa saya yang kurang pergaulan, atau mereka yang baru nonggol, tak banyak dari wajah mereka yang ku kenal sebelumnya. Hanya beberapa saja. Mayoritas, bisa jadi 80 persennya adalah wajah asing. Bukan karena tidak terkenal tapi baru muncul saat ini juga, saat mereka sedang butuh kepopuleran. Inilah fakta baru di masyarakat saat ini. Beberapa bulan menjelang pemilihan umum digelar, tiba-tiba banyak sekali wajah bermunculan menghiasi jalanan. Ayu, g
  • Catatan Mutiara /
    27 Jan 2014

    Air

    Awal tahun ini, bisa dikata, hampir tidak ada provinsi di Indonesia yang terhindar dari banjir. Mulai dari yang sudah berlangganan tiap tahunnya, seperti Jakarta, hingga yang jarang-jarang terdengar seperti Pati dan Kudus. Air banjir menyapa semua area, dari perumahan warga, jalan raya, sampai area-area pertanian. Semuanya tak terhindar dari sapaan air yang -kata seorang penulis- tersesat ini. Tenda-tenda pengungsian semakin ramai. Di mana-mana menjadi tempat pengungsian. Keluh kesah juga tidak kalah ramainya. Mulai dari bantuan yang masih minim hingga bosan tinggal di pengungsian tanpa pekerjaan. Tak sedikit juga yang bilang sudah bosan dengan banjir yang selalu datang. Ingin ada perbaikan dan langkah nyata dari pemerintah daerah. Di saat seperti ini, semua orang jadi eling pentingnya
  • Catatan Mutiara /
    23 Jan 2014

    Geram

    Geram itu perasaan sangat marah Orang yang geram juga kadang merasa igit-igit (gemas banget) pada perilaku atau mungkin juga perkataan orang lain. Akibatnya, Orang yang geram ingin sekali untuk memukul, menendang, atau mungkin mencaci maki orang yang digeraminya. Tak perlu peduli siapa orang itu. Orang biasa, pejabat, atau mungkin presiden akan memiliki perasaan dan keinginan yang sama saat merasa geram. Geram jauh lebih menakutkan dari sekedar marah, karena geram itu kemarahan yang luar biasa, yang bisa membuat orang cantik, keibuan, anggun, tampak menjadi seram. Bisa jadi wajahnya atau perilaku dan kata-katanya. Berita tentang geram akhir-akhir ini banyak menghampiri telinga dan menyapa mata kita. Riuh sekali berita tentang rasa ini. Pasalnya, sang pemilik rasa geram ini adalah istri o

Author

Recent Post

Recent Comments