Mutiara's Notes

  • Catatan Mutiara / Curahan Hati /
    4 Mar 2013

    Masih Ingatkah Kau Dengan Janjimu, Kawan?

    Kawan, Kemana saja kau? Lama kita tidak bertemu. Bahkan, aku sudah lupa dimana terakhir kali kita bertemu, baju apa yang kau kenakan, kau bercelana atau memakai sarung kesayanganmu. Hanya satu yang masih ku ingat dari pertemuan yang sudah lama itu, kawan, janjimu. Janji yang kau ucapkan dengan begitu berapi-api, sampai-sampai air liurmu sedikit muncrat keluar membuat ku bergidik geli. Masih ingatkah kau dengan janjimu itu, kawan? Kawan, Kau masih ingat dengan pak Rono? Itu, tetangga ku yang katanya orang paling kaya di desa kita. Kau masihkan saat kita pernah mencoba menghitung jumlah kambing ternaknya saat menjelang Maghrib? Selalu saja kita punya hitungan yang salah. Kau tidak kurang ya kelebihan. Aku masih ingat banget ekspresi wajahmu sambil menggerutui jumlah kambing ternak pak R
  • Curahan Hati /
    24 Jan 2012

    Dimanakah Tempat Aman Di Negara Ini?

    Tidak ada satu orang pun yang tidak menginginkan rasa aman. Rasa aman akan membuat kehidupan menjadi damai, tentram, tenang, dan sejahtera. Rasa aman akan membuat orang bisa bepergian kemana-mana tanpa harus dihinggapi rasa khawatir jiwanya terancam. Suasanapun akan terasa sangat menyenangkan. Tapi, dimanakah mencari rasa aman di negari ini? Kata orang, rumah adalah tempat teraman. Bagaimana tidak, rumah adalah harta pribadi kita. Kita membangunnya dengan jerih payah kita, keringat kita. Orang lain tidak bisa bertindak seenaknya di rumah kita. Namun, apa daya, banyak orang dibunuh di rumahnya sendiri. Banyak orang teraniaya di rumah mereka sendiri. Harta mereka dihabisi, nyawa pun begitu. Ada lagi yang bilang, tempat ibadah adalah tempat paling aman. Tempat ibadah adalah tempat suci di
  • Curahan Hati /
    15 Dec 2011

    Bapakku Mengeluh Lagi

    Siang itu, tiba-tiba ku lihat bapakku duduk termenung di kursi kebesarannya. Raut mukanya menampakkan binar-binar kesedihan. Ini bukan pertama kalinya ku lihat bapak termenung dalam fikir. Bisa ku bilang, sejak diangkat menjadi pemimpin perusahaan itu, bapak sudah jarang memperlihatkan raut kebahagiaan. Senyum juga jarang. Tidak seperti dulu, saat masih menjadi pegawai biasa. Selalu berbahagia. Ada apa lagi, pak?, Kok nampaknya lagi suntuk? Bapak menghela nafas panjang. Bapak tuh heran, kenapa anak buah bapak belum bisa bekerja maksimal. Padahal, bapak sudah sering memberi pengarahan. Tetap saja mereka bertingkah sesukanya. Ohmasalah kinerja, pikirku dalam hati. Ya gampang toh, pak, dipecat aja. Gampang kan. Habis itu cari orang baru lagi. Gundulmu! Tidak semudah itu. Kalau sampai b
  • Curahan Hati /
    7 Dec 2011

    Warna Warni Indonesia

    Indonesia, warna warni Hitam, putih, biru, merah, hijau Menyatu berwarna warni Di sudut sana Orang meringgis kelaparan Memegang perut yang selalu keroncongan Di sudut sini Orang membuang-buang nasi Tertawa terbahak-bahak sambil memegang perut yang selalu penuh terisi Indonesia, warna warni Kanan, kiri, atas, bawah, tengah Menyatu berwarna warni Di belahan sana Sekelompok manusia sibuk cetak prestasi Temukan teknologi pupuk asa harumkan negeri Di belahan sini Sekelompok manusia sibuk korupsi Kumpulkan harta tuk memperkaya diri HemIndonesia kita berwarna warni Laksana pelangi Menyatu berwarna warni Di sisi sana Rakyat sibuk mengais rizki Melewati hari yang tak pasti Di sisi sini Birokrasi tampilkan arogansi Lupa diri kalau hanya mewakili Oh..warna warni Indonesia Indah, tapi sayang kada
  • Curahan Hati /
    24 Nov 2011

    Negaraku Penuh Perang

    Memang, Kita tak perlu lagi meruncingkan bambu Kita juga tak perlu memanggul senjata di pundak Apalagi membawa granat nanas untuk meledakkan belanda Tak perlu, dan semoga tak pernah perlu lagi Memang, Kita sudah merdeka Kita tak lagi terjajah Hingga tak perlu angkat senjata Tapi, Negeri ini masih penuh perang Perang antar sesama Politisi berperang, pemeluk agama berperang, penduduk berperang, pelajar berperang Perang ada dimana-mana Politis berperang demi kekuasaan Saling serang tuk mendapatkan dukungan Intrik sana, intrik sini Tak tahu mana kawan mana lawan Pemeluk agama berperang Memperjuangkan keyakinan Mencari pembenaran dengan nama Tuhan Aku benar kamu salah Aku surga kamu neraka Penduduk berperang Masalah sepele bisa saling serang Berbagai cara digunakan untuk bisa menang Pela

Author

Recent Post

Recent Comments