Agak susah menjadi warga negara Indonesia, jika tidak mau dibilang sangat susah. Susah karena kita dipagari dengan berbagai macam peraturan. Masyarakat diwajibkan untuk berhemat, saling bertenggang rasa, dan konsepsi-konsepsi ideal kehidupan berbangsa dan bernegara lainnya.
Semua peraturan itu memang cukup bagus dan patut kita dukung. Siapa sih yang tidak mengharapkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik? Namun sayang, mayoritas peraturan itu hanya berlaku untuk masyarakat kecil, bukan untuk mereka yang memiliki jabatan.
Seringkali terlihat adanya ketidak harmonisan antara apa yang di maui oleh pemerintah dan apa yang mereka sendiri lakukan. Ketika masyarakat diminta untuk melakukan penghematan, pemerintah mencontohkan pemborosan. Ketika masyarakat diminta untuk saling berdamai, pemerintah mempertontonkan aksi saling telikung.
Maka, akibatnya pun sangatlah jelas. Apa yang dimaui pemerintah tidak pernah membekas secara kuat dalam hati masyarakat. Masyarakat lebih banyak menganggap penyataan-pernyataan itu sebagai angina lalu, masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Sebenarnya, hal ini bukan karena masyarakat tidak peduli atau tidak mau peduli. Namun, lebih karena pemerintah sendiri tidak pernah benar-benar memberi teladan bagaimana menjalankan konsep-konsep ideal tersebut.
Misalnya saja, jika masyakat yang memiliki mobil diwajibkan untuk memasang converter kit yang berguna untuk mengkonversi BBM ke BBG, siapa yang berani menjamin bahwa aparat pemerintah juga akan melakukan hal yang sama?
Yang bawah mencontoh yang atas
Pemimpin adalah teladan. Hal ini sudah tidak bisa dielakkan lagi. Artinya, apapun yang dilakukan oleh pemimpin akan sedikit banyak mempengaruhi masyarakat yang dipimpinnya. Jika seorang pemimpin memberikan contoh yang baik, bukan tidak mustahil, masyarakat juga akan melakukan hal yang sama. Namun, jika sebaliknya, masyarakat juga akan menirunya.
Dalam dalam satu semboyan pendidikannya, Ki Hajar Dewantoro mengatakan bahwa ing ngarso sung tulodo (yang didepan memberi teladan). Meski kita mengenal semboyan ini dalam dunia pendidikan, namun tampaknya juga relevan untuk kita tarik dalam ranah kepemimpinan umum. Nah..apakah carut marutnya kehidupan berbangsa kita dipicu oleh perilaku pemimpin kita?
Bisa jadi iya, bisa juga tidak. Ada banyak kemungkinan yang menjadi pemicunya. Namun begitu, kita sebagai masyakat tetaplah berharap bahwa pemimpin kita bisa menjadi teladan yang baik. Yang bisa menjadi anutan kita untuk mencapai kehidupan berbangsa dan bernegara yang tenteram dan sejahtera. Sederhananya, kita membutuhkan para pemimpin yang bisa memberi kita contoh bukan hanya mampu memerintah dan meminta.
—————————————–
Related posts
Senangnya jadi pejabat di Indonesia
Maju tak gentar membela yang benar



Februari 13th, 2012 at 2:42 pm
yang dibawah dikekang banyak aturan..
yang diatas cari2 celah buat menyalahi aturan..
[Reply]
MBS Reply:
Februari 13th, 2012 at 4:30 pm
he…hee
enak ya
[Reply]
Februari 13th, 2012 at 3:06 pm
Bener sekali bro… setuju saya..
[Reply]
Februari 13th, 2012 at 6:40 pm
Ing ngarso sung Koruptor… Tut mburi mbahayani…
[Reply]
Februari 14th, 2012 at 6:16 am
contoh teladan terbaik dan pemimpin terbaik adalah nabi muhamad saw yang patut kita contoh
[Reply]
Februari 14th, 2012 at 8:31 am
pemimpin kita sekarang ini = capedeeee… Mereka itu bukan pemimpin tapi penguasa
[Reply]
Maret 5th, 2012 at 5:54 am
I wanted to set you the little term in order to lastly thank you since just before only for the attractive tips you have led right here. This is actually critically open-handed with people just like you to provide openly exactly what a number of them may have provided for sale to have an electronic book to generate a few income on their own, mainly considering the fact that you may have completed it in the event you desired. These remedies as well proved helpful use a easy way be aware that almost everyone has similar curiosity the same as my to understand a lot more when it comes to this problem. I know there are several easier possibilities in advance for individuals that view your blog.
[Reply]